GMlogo
kabar padalarang
rabu, 28 agustus 2013 01:01 WIB

KPU Coret Tiga Bacaleg

PADALARANG (GM) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan, mencoret tiga bakal calon (balon) anggota legislatif yang terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD KBB. Ketiga balon yang dicoret tersebut langsung tidak tercantum dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat, yang akan memperebutkan 50 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.

"Dari hasil rapat pleno KPU KBB beberapa hari lalu, ada tiga balon yang telah masuk dalam DCT, terpaksa kami coret karena masalah persyaratan," ungkap Ketua KPU KBB, Asep Mamat yang ditemui di Padalarang, Selasa (27/8).

Asep menjelaskan, ketiga balon yang dicoret dari DCT tersebut merupakan balon legislatif dari PDIP. Dua di antara bakal calon legislatif yang tidak lolos dalam DCT tersebut, karena tidak bisa menunjukkan ijazah minimal yang dipersyaratkan. Sedangkan satu orang bacaleg lagi dicoret karena tidak bisa menyerahkan surat keterangan pemberhentian dari instansi yang berwenang. Yang bersangkutan merupakan kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Ngamprah. "Rata-rata mereka tidak bisa memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan," tegasnya.

Dari tiga orang bakal calon legislatif dari PDIP yang dicoret tersebut, satu di antaranya diganti oleh bacaleg lain. Menurut Asep, dalam perundangan memang ada beberapa persoalan jika DCS dicoret ketika DCT ditetapkan, partai bersangkutan tidak bisa menggantinya dengan bacaleg lain. Namun ada klausul yang memungkinkan bagi partai untuk menggantinya.

Kendala ijazah

Untuk kasus di KBB, lanjutnya, dua di antara tiga orang yang dicoret tersebut memungkinkan untuk diganti. Salah satu bacaleg tersebut tidak bisa menunjukkan ijazah SMA pada April lalu, namun terlebih dahulu diberi perjanjian karena yang bersangkutan tengah mengikuti ujian paket C, mengatakan, ijazahnya masih tertahan di Disdikpora KBB. Namun, hingga akhir Mei lalu yang bersangkutan tidak juga bisa menunjukkan ijazahnya.

Satu orang lagi bacaleg yang dicoret, tambah Asep, karena merupakan bacaleg perempuan, maka masih dimungkinkan untuk diganti. Namun, pihak partai tidak mengajukan pergantian karena merasa quota perempuan sudah terpenuhi 30 persen.

"Jadi, yang diganti satu orang. Karena bacaleg perempuan, dari pengurus partai tidak menggantinya. Kalau untuk yang kades, memang sudah tidak bisa diganti lagi," tandasnya.

Ditambahkan, secara keseluruhan 99 persen lebih DCS tercantum dalam DCT. Hanya tiga orang yang dicoret, dan salah satunya diganti oleh bacaleg lain. Keputusan pencoretan juga telah melalui perundingan dengan partai yang bersangkutam.

Sementara Sekertaris DPC PDIP KBB, Aa Umbara menuturkan bahwa pihaknya telah menerima laporan pencoretan tersebut yang menjadi kewanangan dari KPU. "Memang betul ada pencoretan, dan itu merupakan kewenangan dari KPU. Kami hanya menerimanya. Partai sendiri sudah membantu untuk menjadi calon dewan," ujarnya.

(B.84)**